SABANG
- Satu unit boat pariwisata yang mengangkut rombongan peneliti Wet
Conservation Society (WCS), Rabu (25/2) siang, dilaporkan menabrak
terumbu karang di wilayah perairan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar.
Akibatnya, boat mengalami rusak parah, sementara 30 penumpangnya
dilaporkan selamat. Boat
pariwisata milik Doden, seorang operator selam (diving) di Iboih,
Sabang, yang membawa rombongan peneliti WCS itu, masuk ke perairan
Pulau Aceh sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu kebetulan sedang dalam
kondisi arus surut, sehingga boat kandas dan membentur terumbu karang.
Informasi insiden tabrakan karang itu cepat sejumlah kalangan di
Sabang melalui salah seorang awak kapal yang juga anggota Satgas Bankom
RAPI Sabang. Doden yang dikonfirmasi Serambi Kamis (26/2) kemarin,
membenarkan terjadinya insiden itu. “Bagian kiri boat rusak parah
akibat membentur karang. Tapi, semua penumpangnya selamat,” katanya.
Menurut Doden, rombongan WCS tersebut di antaranya terdiri tiga
peneliti asing, enam awak boat, dan selebihnya mahasiswa Universitas
Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan
Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. “Mereka melakukan penelitian
seputar kehidupan ikan karang dan terumbu karang (coral reef)
pascatsunami di perairan Pulau Aceh,” kata Doden.
Doden mengatakan ia sempat meminta bantuan kepada sejumlah kalangan
di Sabang untuk membantu evakuasi kapal dan penumpang dari Pulau Aceh.
Namun, ia mengaku kecewa karena tidak ada yang merespon. “Tapi
syukurlah, berkat bantuan boat milik seorang operator diving asal
Malaysia, sekira pukul 01.00 dinihari tadi (kemarin-red), ke 30
penumpangnya berhasil kita evakuasi kembali ke Iboih,” sebut Doden.
Dikatakannya, saat ini boat naas itu sudah berada di dermaga
Lamteng, Pulau Nasi, yang masuk dalam wilayah gugusan Pulau Aceh, Aceh
Besar. Beberapa bagian yang rusak harus segera diperbaiki. “Sementara
waktu harus docking dulu di dermaga Lamteng. Kita pun harus mencari
kayu dulu untuk memperbaikinya,” tutur Doden yang juga inspirator
pembuatan terumbu karang buatan di Sabang.
Kapolres Sabang AKBP Imam Thobroni melalui Wakapolres Mirwazi SH MH
membenarkan terjadinya insiden itu. Menurut informasi yang didapat
anggotanya, kata Mirwazi, boat tersebut bertolak dari Iboih sekira
pukul 08.00 WIB. “Saat berada di perairan Pulau Aceh kondisi laut
sedang surut dan agak gelap. Akibatnya, gugusan karang di sekitar
perairan tidak terpantau oleh awak kapal,” katanya tentang insiden
tersebut.(fs)
Copyright © 2009 Serambi Indonesia. All rights reserved.
|