SABANG
- Ismail (74), warga Lingkungan Bahagia, Ie Meulee, Sabang, pergi dari
rumah tanpa diketahui keluarganya. Ia dikabarkan menghilang pada Sabtu
(24/11) silam. Karena tak kunjung pulang, keluarganya meminta bantuan
sejumlah pihak untuk mencari Ismail. Akhirnya, ia ditemukan di pinggir
pantai Aron, sekitar 7-8 kilometer dari kampungnya. Menurut
Relawan RAPI Sabang, M Yusran (JZ 01MAK), pencarian Ismail dimulai
sejak Selasa (26/11), sekira pukul 10.00 WIB. Pencarian itu melibatkan
tim relawan PMI Sabang, relawan RAPI Sabang, serta unsur TNI/Polri.
Namun hingga sore hari, pencarian tidak membuahkan hasil. Keasokan
harinya, Rabu (27/11) pagi, pencarian juga dilakukan. Namun, jejak
Ismail yang dikabarkan hanya berjalan kaki dan berbekal sedikit roti,
tak juga terendus.
Beruntung, pada Rabu sore, warga Aron Kelurahan Anoi Itam,
mengabarkan ihwal keberadaan Ismail ke tim relawan melalui telepon.
Menurut warga, Ismail berada di pinggir pantai Aron. Setelah
mendapatkan informasi tersebut, tim relawan PMI dan RAPI langsung
bergerak ke lokasi.
Menurut Yusran, Ismail ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB. Saat
ditemukan, ia dalam keadaan sadar, kendati tubuhnya agak lesu. Dari
pengakuannya, pria yang berusia lanjut itu sudah lima hari lima malam
tidak makan dan minum.
Tim relawan mengevakuasi Ismail ke rumahnya, di Lingkungan Bahagia,
Ie Meulee. Kata Yusran, proses pencarian Ismail ada sedikit keanehan.
Pasalnya,Ismail mengaku melihat kehadiran para relawan yang sedang
mencari dirinya. “Namun, kami tidak tahu dia berada di kawasan itu,”
aku Yusran, dengan nada tak percaya.
Meski sempat diistirahatkan di rumahnya lantaran kondisi kurang
fit, Ismail langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sabang, untuk
mendapatkan perawatan. Pada Kamis (28/11) pagi, Serambi sempat menjenguk Ismail di sal pria.
Wajahnya tampak kusam. Rambutnya yang penuh uban tak bersisir rapi.
Ia mengenakan kain sarung hijau dan baju kotak-kotak. Meski agak lemah,
ia tetap bisa bersuara. Sesekali, ia duduk dan berbaring. Ia sempat
berbincang dengan dokter yang memeriksa kondisinya.
Ketika ditanyai perihal kepergiannya, Ismail menyebutkan hendak
mengejar adiknya, yang baru datang dari Jakarta. Pasalnya, saat berada
di Sabang, sang adik tak datang ke rumahnya. Akhirnya, ia memutuskan
mencari adiknya ke Banda Aceh. Rencananya, ia hendak menuju Balohan
lewat Anoi Itam, tanpa mengantongi uang sepeser pun.
Salah seorang cucunya yang datang dari Banda Aceh menyebutkan, apa
yang diucapkan kakeknya tidak ada. Kakeknya sedang terbawa pikiran
karena pengaruh usianya mulai pikun. Setelah dirawat sehari di rumah
sakit, siang harinya Ismail kembali ke rumahnya.(fs) Copyright © 2009 Serambi Indonesia. All rights reserved.
|