Selasa, 2010-01-05 13:54:33Wib
2010 SAATNYA KEHUMASAN RAPI DIPACU !
rapiaceh.com----Anggaran Rumah Tangga RAPI,BABIV, Pasal 12-Susunan Pengurus,baik Derpatemen Pusat,Biro Daerah,Bagian di Wilayah-kecuali Lokal-ada berkaitan dengan Public Relation/Kehumasan-tertera pada program kerja,hubungan antar lembaga dan hubungan masyarakat, sudahkah aspek kegiatan ini berperan maksimal dalam kehidupan keorganisasian ?
Public Relation (PR)pada tataran dasar-dasar kehumasan kita ketahui terkonsep pada cabang ilmu komunikasi,bagi golongan 'intelek'pun, di Indonesia ternyata masih barang baru melakoninya,terbukti baru tahun 90-an diterima positif,dikenal oleh instansi pemerintahan,digunakan perusahaan swasta,badan,dinas juga khusus didalami oleh organisasi..kehumasan bahkan posisi dan fungsinyapun masih acap dianggap sebagai pemborosan...tidak menguntungkan...sebenarnya,apakah itu di Amerika atau Indonesia, selalu dibutuhkan hungan efektif dengan pihak lain, tanpa itu,suatu organisasi tak dapat melaksanakan programnya secara berhasil dan sukses kegiatannya..tetap diperlukan hubungan internal (pengurus dalam organisasi) maupun eksternal (pihak diluar organisasi)jadinya setiap unsur saling membutuhkan strategi kehumasan..kendati tak terlampau formal.
Para pakar PR seperti DR.Hj.Neni Yulianita,Dra,MS. Drs,Soleh Soemirat,MS dan Drs,Elvinaro Ardianto, MSi. sama-sama menyatakan, gejala Humas sejatinya sudah ada sejak zaman Nabi Adam, tetap ditandai dengan adanya hubungan seseorang dengan orang lain,pemberitahuan seorang untuk orang lain, upaya mempengaruhi kepada orang lain, dan sebagainya...jelasnya PR tumbuh dari kebudayaan masyarakat guna memperoleh sesuatu,apakah dalam bentuk barang,benda,jasa dan nama baik.
PR dalam prakteknya sangat dibutuhkan oleh dunia modern yang kian kompleks, esensinya,kehumasan walau 'tak profesional'harus digiatkan oleh organisasi RAPI (pengurusnya) yang dapat berperan sebagai jembatan penghubung bagi keduabelah pihak,bukan sebagai penabuh genderang yang hanya berperan pada saat-saat tertentu semata,tetap sinerji mengharmonikan hubungan, yang tumbuh berkembang dengan anggota publiknya berlandaskan pada komunikasi dua arah,timbal balik melalui kegiatan Komunikasi, mendengarkan atau berbicara!
Pendeknya 3 pendekar PR itu memberi rujukan empat esensi kehumasan. Pertama;Kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh goodwill,saling pengertian dan pencitraan yang baik. Kedua;perlunya sentuhan manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi. Ketiga; sarana terobosan sasarannya penciptaan opini publik yang menguntungkan semua pihak (favorable) sedangkan yang Keempat; usahakan kontinu untuk hubungan harmonis dari proses komunikasi mutual confidence dan image positif yang terukur, mampu dicapai (tidak muluk-muluk).
TERAKHIR dari www.rapiaceh.com mengenai PR atau Kehumasan, harus pula memiliki lima persyaratan kualifikasi;[1]Ability to Communicate/kemampuan berkomunikasi*[2]Ability to Organize/kemampuan mengornisasikan*[3]Ability to set on with people/kemampuan membina relasi dengan publik*[4]personality integrity/memiliki kepribadian yang utuh dan jujur*[5]Imagination/banyak menghayal tapi kreatif* Kendatipun begitu, hubungan dengan pers,masyarakat dan pemerintah secara internal/eksternal terus ditempuh. Yakinkan bahwa kita selaku Pengurus Humas Insya Allah bisa dan mampu memacunya mulai awal tahun ini,SEMOGA.(JZ01BD)
|